Menu cara mencari uang lewat internet

iklan

mendapat uang di internet

adsensecamp

Kontes SEO sebagai konsumsi robot mesin pencarian versus kebutuhan konsumsi public


Sudah lama berlangsung dalam beberapa periode kontes Search Engine Optimision (SEO) yang sangat diminati oleh para kontestan untuk berlomba-lomba memenangkan kontes itu dengan tingkatan penghasilan yang diraih sebagai pemenang. Namun berlaku sebaliknya pada para kontestan yang tidak berhasil memenangkan kontes SEO tersebut.  Dua kubu yang berjalan bagai berseberangan ini, sebenarnya memiliki tujuan yang sama yaitu mengikuti lomba SEO sebagai tujuan meraih sukses yang pada akhirnya berhasil mendapatkan uang sebagai penghasilan berkat memenangkan kejuaraan SEO itu.  Namun dibalik itu semua, adakah berbagai kalangan yang memperhatikan bahwa sebenarnya orang ingin menulis sebagai buah karya yang layak memenuhi kebutuhan public yang notabene sesungguhnya bukanlah robot mesin pencarian. Artikel yang dikonsumsi oleh public sesungguhnya dilihat dari tujuan penulisan bukanlah untuk tujuan manusia, tetapi untuk memenuhi tahapan kebutuhan konsumsi SEO sebagai robot penyeleksi kata kunci yang cocok bagi selera SEO tersebut. 
Jika kita bisa menengok ke belakang pada waktu di masa lampau sebelum ada robot SEO, sudah pastilah individu-individu yang senang menulis bahan artikel maupun bacaan sebagai basic ilmu pengetahuan masih murni menjadi buah pikiran yang dituangkan dalam tulisan-tulisan yang benar-benar murni untuk tujuan manusia itu sendiri.  Namun setelah kesadaran kita sebagai insan manusia  bahwa kenyataan hidup berada pada masa kini, maka mau tidak mau haruslah menyesuaikan diri dengan mengikuti selera kebutuhan bagi SEO sebagai penyeleksi keyword –keyword agar web site yang ditayangkan bisa layak mendatangkan pengunjung yang banyak.  Dalam hal ini berkat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi menjadikan Mesin pencari yang sudah popular sebagai SEO itu, dapat membaca dan memahami apa yang menjadi selera bagi kebutuhan bahan konsumsi  public itu sendiri. Jika disimak secara nalar logika yang normal, Apakah manusia yang menciptakan Mesin SEO pada tujuan awalnya pernah menyadari bahwa selera public akan semata-mata bisa dipenuhi dari hasil seleksi SEO ? 
Menyimak dari pengamatan  hasil pemikiran manusia untuk menciptakan Robot pencarian yang bisa menyeleksi kata-kata manusia yang pada akhirnya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi manusia itu sendiri, benarkah orang per orang dalam komunitas public itu sudah terpenuhi segmen kebutuhannya dalam membaca tulisan hasil karya manusia berkat telah diseleksi oleh uji SEO itu dalam hubungannya dengan kebutuhan akan ilmu pengetahuan manusia itu sendiri  ?
Dari pandangan apriori yang sekilas, nampaknya apa yang menjadi kebutuhan mendasar manusia dalam ilmu pengetahuan yang murni berbasiskan teori maka nampaknya jika diseleksi terlebih dahulu memakai tes SEO ini, maka kemungkinan kemurnian suatu teori ilmu pengetahuan akan menjadi terkikis akibat lebih mengutamakan kebutuhan konsumsi  peralatan SEO sebagai penyeleksi keyword yang pada akhirnya disajikan untuk kebutuhan manusia yang sebenarnya. Keyword –keyword yang dirangkai sedemikian rupa sebagai konsumsi uji SEO ini sepertinya belum benar-benar dapat memuaskan kebutuhan public dalam menikmati  hasil tulisan menjadi informasi  kebutuhan akan ilmu pengetahuan.
Namun dari sudut pandang optimis, maka  justru mesin pencarian  sebagai robot penyeleksi rangkaian kata kunci inilah yang semestinya lebih disempurnakan di masa yang akan datang, demi untuk memuaskan kebutuhan manusia akan bahan konsumsi informasi berbasiskan ilmu pengetahuan murni.  Sebaliknya  orang-orang yang memberikan input pada Robot SEO perlu lebih memperhatikan aturan seleksi dengan meminimumkan kesalahan input pada SEO untuk menjaga etika dan estetika budaya setempat serta sesuai dengan  tingkat usia manusia, dalam pemenuhan kebutuhan mengenai informasi, permainan, hiburan dan rekreasi  individu maupun kelompok manusia dalam khasanah kearifan budaya agar tidak menyesatkan individu maupun komunitas manusia itu sendiri.